Senin, 10 April 2017

Makalah "KOMPONEN DAN ARSITEKTUR DDS (Decision Support System)"

BAB I
PENDAHULUAN
I.1        LATAR BELAKANG
Decision Support Systems (DSS) atau system pendukung keputusan adalah serangkaian kelas tertentu dari system informasi terkomputerisasi yang mendukung kegiatan pengambilan keputusan bisnis dan organisasi. Suatu DSS yang dirancang dengan benar adalah suatu system berbasis perangkat lunak interaktif yang dimaksudkan untuk membantu para pengambil keputusan mengkompilasi informasi yang berguna dari data mentah, dokumen, pengetahuan pribadi, dan/atau model bisnis untuk mengidentifikasikan dan memecahkan berbagai masalah dan mengambil keputusan.
System pendukung keputusan atau DSS digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa dan membentuk data yang dikoleksi, dan mengambil keputusan yang benar atau membangun strategi dari analisis, tidak pengaruh terhadap computer, basis data atau manusia penggunanya.
Informasi yang biasanya dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi pendukung keputusan akan melakukan:
1.      Mengakses semua asset informasi terkini, termasuk data legasi dan relasional, kompulan data, gudang data, dan kumpulan jumlah besar data.
2.      Angka-angka penjualan antara satu periode dengan periode lainnya.
3.      Angka-angka pendapatan yang diperkirakan, berdasarkan pada asumsi penjualan produk baru.
4.      Konsekuensi pilihan-pilihan pengambilan keputusan yang berbeda, dengan pengalaman dalam suatu konteks yang dirinci ulang.
Sudah begitu banyak perusahaan di berbagai industri yang bergantung pada perangkat, teknik dan pemodelan pendukung keputusan, untuk membantu mereka menganalisa dan memecahkan beragam pertanyaan bisnis sehari-hari. System pendukung keputusan bersifat tergantung oleh data, sebagaimana keseluruhan proses mengambil seluruh kumpulan data yang tersedia, untuk dianalisa.
Perangkat-perangkat, proses, dan metodologi pelaporan berbasis Business Intelligence adalah contoh penggunaan penting dalam system pendukung keputusan manapun, dan memberikan analisis data, pelaporan serta monitoring data yang sangat terpercaya kepada pengguna.

I.2        TUJUAN
Tujuan penyusunan makalah ini adalah:
1.      Menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Sistem Pendukung Keputusan.
2.      Meningkatkan ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi informasi khususnya komputer.
3.      Mengetahui komponen arsitektur DSS


BAB II
KAJIAN TEORITIS
II.1      PENGERTIAN DSS (DECISION SUPPORT SYSTEM)
DSS (Decision Support System) sebagai sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam situasi pengambilan keputusan semi terstruktur. DSS dimaksudkan untuk menjadi alat bantu bagi para pengambil keputusan untuk memperluas kemampuan meraka, namun tidak untuk menggantikan penilaian mereka. DSS ditujukan untuk keputusan yang memerlukan penilaian atau pada keputusan yang sama sekali tidak dapat didukung oleh algoritma.
DSS (Decision Support System) merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan). Sistem informasi sangat penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan . Dimana system informasi mempunyai tujuan untuk mendukung sebuah aplikasi Decision Support System (DSS) yang telah dikembangkan pada tahun 1970. Keefektifan dalam mengembangkan DSS diperlukan suatu pemahaman tentang bagaimana system informasi ini dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga DSS ini dapat membantu seorang manajer dalam meningkatkan kinerjanya dalam mengambil suatu keputusan.
Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
Dalam kedua bidang ilmu di atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis - yang pada hakekatnya adalah merepresentasikan permasalaha dan manaje-men yang dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk model matematika). Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini adalah linear programming, game's theory, transportation problem, inventory system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem klasik yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapat dengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula atau rumus-rumus sederhana. Tetapi banyak pula masalahan yang ada sangat rumit sehingga membutuhkan kecanggihan komputer.
Decision Support System ( DSS ) merupakan progresi alamiah dari system pelaporan informasi dan system pemrosesan transaksi. DSS bersifat interaktif, system informasi yang berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan secara khusus menggunakan database untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajer dan pengguna akhir Informasi dihasilkan dalam bentuk laporan periodik dan khusus dan output dari model matematika dan sistem pakar.

II.2      KOMPONEN ARSITEKTUR DSS
Gambar 2.1 Arsitektur DMS

Sistem pendukung keputusan (Decision Support Systems/DSS) digunakan untuk meningkatkan keefektifan pengambilan keputusan, mengurangi kebutuhan akan pelatihan, meningkatkan control manajemen, memfasilitasi komunikasi, menghemat usaha yang dilakukan pengguna, menghemat biaya dan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih objektif. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kegunaannya DSS mempunyai beberapa komponen, yaitu:
1.      Data Management System
Segala aktivitas yang berhubungan dengan pengambilan, penyimpanan dan pengaturan data- data yang relevan dengan konteks keputusan yang akan diambil. Selain itu, komponen ini juga menyediakan berbagai fungsi keamanan, prosedur integritas data, dan administrasi data secara umum yang berkaitan dengan SPK. Berbagai tugas ini dilakukan dalam data management system beserta beberapa sub sistemnya yang diantaranya meliputi database, database management system, repository data, dan fasilitas query data.
2.      Model Management System
Sistem ini menampilkan aktivitas pengambilan, penyimpanan dan pengaturan data dengan berbagai model kuantitatif, yang menyediakan kemampuan analitis untuk SPK.
3.      Knowledge Base
Aktivitas yang berkaitan dengan pengenalan masalah, dan menghasilkan solusi final maupun sementara, hal‐hal yang berkaitan dengan manajemen proses pemecahan masalah merupakan inti dari komponen ini. Knowledge base merupakan “otak” dari kelima komponen SPK. Data dan model diolah untuk kemudian hasilnya menjadi bahan pertimbangan bagi user dalam mengambil keputusan.
4.      User Interface
Adalah jalur penghubung antara sistem dengan user, sehingga komponen‐ komponen sistem SPK dapat diakses dan dimanipulasi dengan mudah oleh user untuk memberikan dukungan pada pengambilan keputusan. Kemudahan penggunaan dan komunikasi antar user dan SPK pada dasarnya merupakan ukuran keberhasilan penggunaan SPK itu sendiri.
5.      User(s)
Desain, implementasi dan pemanfaatan SPK tidak akan efektif jika tidak disertai peran pengguna. Kemampuan, ketrampilan, motivasi, dan pengetahuan pengguna sebagai pengatur SPK, akan menentukan efektivitas dari penggunaan SPK.
Gambar 2.2 Skema Komponen DMS


BAB III
PENUTUP
III.1     KESIMPULAN
Sistem pendukung keputusan (Decision Support Systems/DSS) digunakan untuk meningkatkan keefektifan pengambilan keputusan, mengurangi kebutuhan akan pelatihan, meningkatkan control manajemen, memfasilitasi komunikasi, menghemat usaha yang dilakukan pengguna, menghemat biaya dan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih objektif.


DAFTAR PUSTAKA


1.      Turban, Efraim, Decision Support Systems and Intellegents System, 9th Edition, Pearson/Prentice Hall, 2011.
2.      http://pbsabn.lecture.ub.ac.id/2012/05/komponen-komponen-dss/

3.      https://ag92110007.wordpress.com/decision-support-system-sistem-pendukung-keputusan/

Kamis, 07 Januari 2016

Back Up & Restore pada Linux

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh!

Tidak ada satupun sistem komputer yang sempurna di dunia ini. oleh karena itu melakukan backup merupakan suatu keharusan. Akan tetapi hal ini seringkali diabaikan oleh sebagian besar pengguna maupun administrator sistem.
Backup merupakan dapat diartikan sebagai proses membuat salinan data sebagai cadangan saat terjadi kehilangan atau kerusakan data asli. salinan data yang dibuat disebut dengan "data backup". manfaat dari proses backup diantaranya, mengembalikan kondisi suatu sistem komputer yang mengalami kerusakan atau kehilangan data, mengembalikan suatu file yang tanpa sengaja terhapus atau juga rusak. proses mengembalikan file tersebut disebut Restore.

A. Tipe Backup
1. Full Backup
menuliskan seluruh file pada suatu filesystem ke media backup. Pada tipe full backup tidak ada pemeriksaan apakah suatu file mengalami perubahan atau tidak.

2. Incremental Backup
menuliskan hanya file yang mengalami perubahan atau tidak.

B. Strategi Backup
Multilevel Backup:
full backup = level 0
incremental backup = level 1,2,3 dst

Skema Multilevel Backup:
senin pertama tiap bu7lan = level 0
senin berikutnya = level 1
selasa jum'at = level 2

C. Memilih Media Backup
hal--hal yang dipertimbangkan dalam memilih media backup:

  1. Cost(biaya)
  2. Reliability(akurasi)
  3. Speed(kecepatan)
  4. Availability(kapasitas)
  5. Usability(mudah digunakan)


D. Media Backup
media backup untuk saat ini sangat bervariasi mulai dari kapasitas yang rendah maupun yang tinggi, tetapi  semua ini tidak lepas dari kita sebagai penggunanya. ada beberapa media backup yang sering digunakan yaitu:

  1. Magnetic Tape : tape merupakan media penyimpanan data yang pertama kali digunakan secara luas.
  2. Floppy Disk : merupakan media penyimpanan data yang memiliki kapasitas terbatas, sekarang ukuran floppy disk ini 31/2 inci dengan kapasitas penyimpanan 1,44 MB.
  3. Removable Disk : sebuah media penyimpanan yang memiliki kapasitas tinggi, hampir sama dengan floppy disk tetapi memiliki kapasitas yang besar, sekarang dikenal dengan istilah USB flashdisk, kapasitas penyimpanannya bervariasi mulai dari 64 MB s/d 4 GB.
  4. Write once CDROM : suatu alat penyimpanan optikal yang berkapasitas tinggi yang menggunakan teknologi compact disk. ukurannya 4,72 inchi dengan kapasitas rata-rata 600 MB.
  5. Hard Disk Drive: suatu alat penyimpanan yang menggunakan sekumpulan disk yang dilapisi magnet dan berputar yang disebut dengan platter untuk menyimpan data atau program.

E. Utilitas Backup.

#Backup dan restore menggunakan perintah TAR:
1. pastikan file yang ingin di backup nditempatkan dalam satu direktori agar tidak tercecer.

2. untuk membackup file ketikkan perintah: tar cvf nama_backup nama_direktori (cvf=create virtual file).


3. untuk merestore file, ketikkan perintah: tar xvf nama_backup (xvf=xtract virtual file)



4. untuk mengecek file apa saja yang ada di file backup ketikkan perintah tar tvf nama_backup atau find nama_file -print



#Backup dan restore menggunakan perintah CPIO:
1. pastikan file yang mau di backup di dalam satu direktori agar tidak tercecer.

2. untuk membackup file ketikkan perintah: find nama_direktori -print | cpio -o > nama_backup



3. untuk merestore file ketikkan perintah : cpio -i < nama_backup



4. untuk mengecek file apa saja yang ada di file backup ketikkan perintah: cpio -if nama_backup




#Auto Backup:
1. dengan vi /etc/crontab





2. dengan perintah crontab -e





sekian pemaparannya. terima kasih!
Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh!!!

StartUP dan Shutdown

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh!

Memahami proses yang berlangsung pada saat startup dan shutdown akan memudahkan dalam mencari kesalahan (troubleshooting) ketika terjadi masalah yang berhubungan dengan startup dan shutdown komputer.

A. Proses Startup
Proses startup pada sistem Linux dapat dilihat pada gambar di bawah:

 
Keterangan:
1. Pertama kali mesin melakukan power on self test (pemeriksaan hardware).
2. Program BIOS yang ada di ROM akan dieksekusi.
3. Boot Loader yang ada di MBR akan dieksekusi.
4. Load Kernel Linux ( /boot/vmlinuz ) ke RAM.
5. Menjalankan program init.


# init
init merupakan proses level user yang pertama kali dijalankan oleh kernel dan mempunyai nomor proses (PID)=1. Selanjutnya init akan membaca file /etc/inittab dan menjalankan perintah didalamnya.

# File /etc/inittab
format umum isi file /etc/inittab adalah sebagai berikut:
            id:runlevel:action:process
keterangannya:

  • id : menunjukkan identitas setiap baris
  • runlevel : menunjukkan di ran level berapa saja akan diterapkan
  • action : menunjukkan action apa yang harus dilakukan
  • process : program atau perintah yang harus dijalankan
# Run Level
Run Level menggambarkan keadaan sistem yang mendefinisikan layanan apa yang sedang berjalan. Run Level ditunjukkan dengan angka. seluruh baris di file /etc/inittab akan diproses sesuai dengan run level yang berlaku. baris yang tidak mempunyai run level, berarti proses pada baris tersebut dijalankan pada setiap run level. tabel run level:

jenis-jenis action nya:

contoh isi file /etc/inittab:
                 id:initdefault:

keterangan:

  • kolom pertama menunjukkan bahwa baris ini untuk /dev/tty1
  • kolom kedua menunjukkan bahwa baris ini diterapkan untuk run level 2,3,4 dan 5
  • kolom ketiga berarti bahwa perintah /sbin/getty akan dijalankan lagi apabila berhenti
  • kolom terakhir menunjukkan program /sbin/getty akan dijalankan pada virtual console yang pertama
# Script Inisialisasi
Script yang akan dijalankan sesuai dengan run level. Disimpan di direktori sesuai run level, di bawah direktori /etc/rc.d/rc[x].d berupa file symbolic link.

berikut penjelasannya:

Kita dapat mengganti init default pada /etc/inittab. Perintah: id:n:initdefault:
ket:
n adalah run level, jangan di set 0 atau 6 karena akan membuat PC mati atau reboot dan tidak hidup lagi.
kita juga dapat melihat proses apa saja yang berjalan dan mati pada run level dengan mengetikkan perintah: ls /etc/rc.d/rcn.d


ket:
n adalah run level
S artinya Start atau Program yang bekerja
K artinya Kill atau program yang mati

#mengganti run level:
sebelumnya masuk terlebih dahulu ke super komputer dan masukkan password nya. dilanjutkan dengan mengetikkan perintah  init angka_runlevel. contohnya misalkan runlevel 3.

 hasilnya:

harap berhati-hati dalam menggantikan runlevel.

B. Shutdown
sebelum mesin dimatikan (power off), sebaiknya sistem di shutdown dulu dengan perintah /sbin/shutdown . perintah tersebut akan melakukan hal-hal berikut:

  1. memberitahukan kepada user yang login bahwa sistem akan dimatikan.
  2. menghentikan seluruh proses yang masih berjalan.
  3. melakukan unmount filesystem.
  4. menyimpan seluruh file yang masih di memori ke harddisk.
berikut penjelasan tentang startup, kurang lebih nya mohon maaf, terima kasih!
Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh!!!
STT-PLN


Softlink dan Hardlink

Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh!

 berikut saya akan menyampaikan apa itu softlink dan hardlink.

- Softlink adalah perintah untuk membuat link ke sebuah file, seperti shortcut. jadi, jika file utamanya dihapus maka file softlinknya juga tidak bisa dijalankan lagi. softlinki memiliki jumlah link 1. perintah untuk membuat softlink adalah;
                           ln -s nama_file_utama nama_file_softlink






- Hardlink adalah perintah untuk membuat sebuah link ke file, fungsinya mirip seperti copy paste. jika file utama hilang/dihapus maka file hardlink nya masih tetap bisa untuk dijalankan. perintah untuk membuat hardlink adalah:
                           ln nama_file_utama nama_file_hardlink
 
 

mungkin cukup sekian. terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh!
STT-PLN